meramu;
Aku hampir tak mengenal diriku.
Kepalaku kosong tak ada kata-kata yang bisa aku tumpahkan belakangan ini. Aku seperti berada dalam pusara yang telah lama tak pernah dikunjungi bahkan diberi doa sekalipun.
Kepalaku kosong tak ada kata-kata yang bisa aku tumpahkan belakangan ini. Aku seperti berada dalam pusara yang telah lama tak pernah dikunjungi bahkan diberi doa sekalipun.
Terkadang rasanya waktu berjalan cepat namun juga sangat lambat, entah; Banyak hal yang seharusnya bisa kita uraikan disela-sela jam sibuk, seharusnya.
Kali ini kubiarkan semuanya [tak] selesai, kubiarkan semua pertanyaan-pertanyaan yang sudah lama menggantung begitu saja, kubiarkan semua "mengapa" yang tak pernah terucap dari mulutmu tanpa ada jawaban apapun. Seperti sekarang aku biarkan semuanya berjalan tanpa aba-aba, lagi.
Kini energiku terkikis hampir tak tersisa, tak ada lagi sumpah serapah, beberapa kesempatan kubiarkan lewat begitu saja—
Kamu, dan tulisan ini benar-benar mengurasku habis.
Kali ini kubiarkan semuanya [tak] selesai, kubiarkan semua pertanyaan-pertanyaan yang sudah lama menggantung begitu saja, kubiarkan semua "mengapa" yang tak pernah terucap dari mulutmu tanpa ada jawaban apapun. Seperti sekarang aku biarkan semuanya berjalan tanpa aba-aba, lagi.
Meski rasanya bisa diraih, nyatanya tanganmu tak pernah terasa pas di tanganku.
Dan itu bukan salah kita. Bukan salah siapa-siapa.
—roses
Komentar
Posting Komentar