Mawar; Duri
Satu hari setelah hatimu remuk mungkin akan terasa seperti biasa, dua harinya penyesalan akan mulai bertamu, tiga harinya, empat harinya, satu bulan, dua bulan, tiga bulan. Setiap malam kau menangis tersedu-sedu, namun setiap pagi kau kembali mengemas semuanya dengan sebaik-baiknya. Rapat sekali. Hingga tak ada satu orangpun disekitarmu yang menyadari. Kau lakukan itu berulang kali, setiap malam, setiap pagi, setiap malam, setiap pagi, setiap hari. Kau begitu sibuk mengemas dirimu yang lebam itu, yang penuh luka itu, dengan tampilan layaknya manusia tanpa cacat sedikitpun. Sedang sebenarnya tubuhmu membiru, kau terlalu sibuk menutupinya, kau pun bahkan lupa bagaimana cara menyembuhkannya, kau bahan tak sudi merawatnya. Sialnya, dua matamu yang binar itu tak mahir membuat kesepakatan denganmu. Kau boleh berteriak pada dunia untuk mengatakan bahwa kau baik-baik saja, tapi sebentar dulu, coba lihat lukamu itu, bukankah semakin menganga? Sini duduk dulu disampingku, kuberi tahu sesuat...