Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Pengaduan hari ke-164

Darsono, anak perempuanmu itu masih saja menjual kesedihannya, ia menuntut orang-orang disekitarnya untuk merasakan apa yang ia rasa, katanya biar semua orang tahu bahwa tak ada yang paling menyedihkan dari ditinggal karena kematian, ia selalu memaksa orang-orang memahaminya apalagi kepada yang ia percayai, katanya biar ia tak merasa sendiri, katanya biar dunia tahu bahwa saat ini ia butuh cinta-cinta yang lain, ia bahkan mengiba-iba pada dunia yang kau pun tahu bahwa dunia begitu kejam bahkan tak sudi melihat sedunya, apa kau tidak pernah memberitahunya? Darsono! anak perempuanmu itu masih saja tertunduk lesu, hampir setiap hari tak pernah ia lewatkan lagu sulung milik kunto aji, sehabisnya? air matanya selalu tumpah Darsono! Air matanya cetek sekali, padahal sudah kusuruh berdoa saja tapi katanya sudah, sejak kematianmu, anak perempuanmu itu selalu merasa menjadi manusia paling menyedihkan di bumi, apa kau tidak pernah mengajarinya bahwa di bumi tidak ada yang abadi? begitupun denga...