Tamu Hati

Cinta adalah perkara saling menerima, membiarkan benda asing memasuki rongga tubuhmu, barangkali asing itu sudah betulan meresap dalam rusukmu ikut kembang kempis bersama diafragma. Sejak itu, kamu mulai mengenalinya, membiasakannya tentang hal apa yang belum dan bahkan sebelumnya tak pernah ada dalam hidupmu, setiap pagi, siang, sore, bahkan malam, seperti itu berulang lagi.

Namun cinta suka keliru, penerimaan yang kamu agungkan mulai mengubah satu demi satu menjadi sebuah tuntutan, rasa percaya dirimu yang begitu tinggi mengira bahwa ia akan menjadi apa saja yang kamu mau. 

 

      Sedang Kamu siapa hingga merasa paling bisa mengubahnya?

 

Kamu sadar bahwa kamu hanyalah asing yang tiba-tiba hadir dihidupnya. Namun kamu selalu begitu kuat memaksa apa yang bukan menjadi kendalimu dan akhirnya kamu memakluminya, memaklumi segala apa yang tidak biasa bagimu untuk menjadi biasa, meski pemakluman itu pernah begitu mencekik hatimu sendiri dan mengira bahwa ia akan melunak dengan ketulusan hati, pada akhirnya kamu kembali memakluminya lagi, iya, kamu memaklumi hatimu—lagi.


Maka disetiap harimu, disetiap kebisingan yang kamu yakini cinta bukan lagi perihal saling menerima, tapi cinta apakah sebuah pengorbanan?

 

 

 

—roses


Bagian 2— https://flowroses.blogspot.com/2022/03/semoga-tuhan-tidak-sebut-kita-sia-sia.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

meramu;

Sedikit ruam tidak merubah apapun;

Tidak lagi ada aman yang aku cari.